Peringati Maulid Nabi Muhammad, Numazteen Dongeng Jejak Rasullulah

Kak qory saat mendongeng (foto: pai)

Kak qory saat mendongeng (foto: pai)
Bekasi, Planetdepok.com – Imajinasi sangat penting bagi kehidupan setiap orang. Dengan imajinasi itulah kreatifitas dan semangat mencapai impian terasah dan terbentuk.

Semangat itu, oleh remaja-remaja Masjid An Nur, Perumahan Puri Gading Cluster Vila Besakih, Kota Bekasi, yang tergabung dalam An Nur Amazing Teenager (Numazteen) ingin ditularkan.

“Untuk menanamkan semangat imajinasi, Numazteen sepakat memilih mendongeng, dalam perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujar Arhamni Ramadhana, anggota Numazteen, yang juga sebagai ketua panitia peringatan maulid, Sabtu, (8/10/2022).

Dongeng tersebut, katanyaa, mereka tujukan untuk anak-anak berusia Taman Kanak-Kanak (TK) sampai dengan Sekolah Dasar (SD).

Menurut Ketua Numazteen Naufal Putra Rakansyah, kegiatan keagamaan seperti maulid Nabi memang salah satu agenda rutin.

“Sesuai visi yang sudah ditetapkan, Numazteen ingin menjadikan remaja masjid An Nur, sebagai generasi berakhlak, kreatif dan bersolidaritas tinggi,” jelasnya.

Misi yang paling utama, tandasnya, umazteen ingin menjadi wadah silaturahmi yang baik dan menebar manfaat, antara pengurus remaja masjid, DKM dan masyarakat sekitar.

Selain dihadiri remaja warga perumahan Villa Besakih, kegiatan yang berlangsung di ruang utama masjid An Nur itu, juga menghadirkan sejumlah anak keluarga pra sejahtera binaan Rumah Pintar Aisha, Jatibening Baru, Pondok Gede, Bekasi.

“Anak-anak senang dan acara ini bagus sekali buat mereka,” kata Randy Ariyanto Wibowo, pendiri Rumah Pintar Aisha yang turut menyimak dongeng bertema “Mengikuti Jejak Rosulullah dalam Bercita-cita”.

Bersama Kak Qory dan Alle

Kak Qory, pendongeng dari Komunitas Kampung Dongeng yang menjadi pemateri kegiatan tersebut mengatakan, Materi tentang cita-cita memang menarik dan perlu disampaikan pada anak-anak.

Lulusan program PAUD Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini, mengemas pesan positif teladan Nabi, melalui kisah seorang anak yatim piatu yang penuh semangat, menjalani tantangan hidup.

Pendongeng yang pernah membantu program rehabilitasi korban gempa Lombok tahun 2018 ini, mengaku senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan Numazteen.

Ia menekankan, pentingnya cita-cita, semangat hidup dan kejujuran. *iki

Loading

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: planetdepok.com@gmail.com Terima kasih.