Bantu Makanan Warga Isoman, RW 06 Duser Bentuk Dapur Umum Lewat Catering

 87 total views,  1 views today

Ketua RT 02/06 Kel. Duser Indah Mudjiono
DUSER, PLANET DEPOK. COM – Ikut merasakan kesulitan warganya yang sedang menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) di rumah, jajaran RW 06 Kelurahan Duren Seribu (Kel.Duser) membentuk dapur umum lewat catering untuk membantu makanan warga tersebut.

“Selain memberikan multivitamin, kami juga berikan bantuan makanan kepada warga kami yang sedang Isoman”, ujar Ketua RT 02/04 Kel. Duser Indah Mudjiono, Selasa (13/7/21).

Ketua RW 06 bersama para Ketua RT 01.02.03 Kel. Duser (Srikandi 06)

Pemberian makanan kepada warga Isoman, kata dia, merupakan bantuan dari para warga yang diwakili oleh Ketua RT 02, RT 03 dan Ketua RT 01, mereka menyediakan sarapan pagi dan makan malam.

baca juga:  Wakil Walikota Sholat Gerhana Bersama Warga

“Kami punya dapur umum untuk suplai makanan yang sedang Isoman, dapur umumnya ya dari catering bukan kami yang masak sendiri”, bebernya.

Indah mengatakan, warga yang isoman memang harus di bantu, pasalnya dia merasakan sendiri gimana kesulitannya, tiap yang kena perlu juga di ajak ngobrol, memotivasi agar imun mereka kembali tumbuh.

baca juga:  Nestlé KOKO KRUNCH Gelar Koko Olimpiade di 45 Kota Mengajak 45.000 keluarga mengasah kreativitas

Langkah pencegahan penyebaran Covid – 19, lanjutnya, telah dilakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri ke setiap rumah wargawarga, lantaran bantuan dari Puskesmas lama dan harus ajukan lebih dulu.

“Kita setiap rumah di berikan spanduk bertuliskan wilayah wajib pake masker, agar warga punya kesadaran untuk melindungi diri dan lingkungannya”, tegasnya.

Penyemprotan disinfektan mandiri

Selain itu, menurutnya yang lebih penting di berikan bagi yang terkena Covid adalah vitamin. Hal itu penting diberikan untuk menaikkan imunnya, setelah itu baru berikan nutrisi lainnya.

baca juga:  FPBM Sambut Baik Ajakan Walikota Depok Kenakan Pakaian Adat Saat HUT 22 Depok

Dia juga mengisahkan tidak adanya perhatian dari Satgas Covid Kelurahan, lantaran harus melakukan pemularasaran secara mandiri tanpa dibantu satgas Covid.

“Ada 2 warga kami yang meninggal akibat Covid, tidak ada bantuan dari satgas covid dan kami kubur di makam Arco bukan di pemakaman khusus covid. Saat pemandian dan pemakaman pun kita lakukan sendiri, bahkan APD untuk memakamkan harus kami beli sendiri”, pungkasnya. *rik

%d blogger menyukai ini: