Pondok Petir, Planetdepok.com – Delapan tim dari perwakilan RW di Kelurahan Pondok Petir (Pontir), ambil bagian dalam Turnamen Mini Soccer U-12 Piala Lurah.
Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pengembangan bakat sepak bola usia dini, serta sarana hiburan dan kebersamaan bagi masyarakat.
Lurah Pontir Rengga Nugraha Rojali mengatakan, turnamen ini terbuka untuk seluruh RW di wilayahnya. Namun, dari total 19 RW yang ada di Kelurahan Pondok Petir, baru delapan RW yang berpartisipasi.
Turnamen Mini Soccer U-12 ini, bebernya, diikuti oleh anak-anak dengan batas usia maksimal 12 tahun, termasuk pemain dengan usia di bawahnya.
“Turnamen ini, diperuntukkan bagi anak-anak usia maksimal 12 tahun. Dalam satu tim, juga terdapat pemain dengan usia di bawahnya. Partisipasinya terbuka untuk seluruh RW di Pontir, namun kali ini baru diikuti delapan RW,” ungkap Rengga, Selasa (13/1/2025).
Menurutnya, turnamen ini juga menjangkau anak-anak usia 9 hingga 11 tahun, sebagai upaya memberi ruang bagi pesepak bola cilik untuk berkontribusi, serta menyalurkan minat dan bakat sejak dini.
“Kami ingin anak-anak usia dini di masing-masing RW, tetap bisa terlibat dan merasakan atmosfer pertandingan. Ini penting, untuk pembentukan mental dan sportivitas mereka,” jelasnya.
Rengga menyampaikan apresiasi atas kembali terselenggaranya turnamen mini soccer tersebut, setelah sempat vakum.
Ia menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis, dalam menjaring dan membina potensi atlet muda di Kelurahan Pondok Petir.
“Saya menyambut hangat kembali terlaksananya kegiatan ini, setelah sebelumnya sempat vakum. Ini menjadi potensi besar, untuk pembinaan bakat sepak bola sejak usia dini di Pontir,” lontarnya.
Lebih lanjut, Rengga berharap turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat kebersamaan antar-RW.
Ia optimistis, jika dikelola secara berkelanjutan dan lebih intens, ajang ini dapat melahirkan pemain-pemain berbakat yang mampu berkiprah di tingkat lebih tinggi.
“Selain mempererat kebersamaan antar-RW, ke depan bukan tidak mungkin dari ajang ini bisa lahir pemain yang dikirim ke tingkat kota, provinsi, bahkan nasional,” tandasnya. (iki)





