DPAPMK Libatkan Toga & Tomas Informasikan Program Berbasis Kesamaan Gender

BALAIKOTA, PLANET DEPOK. COM – Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Pimpinan Wilayah Fatayat Kota Depok, sepakat bersinergi dalam mendukung program berbasis gender.

Untuk menyukseskan program tersebut, para Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Tomas) , dilibatkan untuk memberikan informasi kepada warga seputar gender.

Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari dalam portal berita Pemkot Depok menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sudah melakukan berbagai kegiatan dalam program berbasis gender yang melibatkan remaja. Di antaranya pelatihan dan pembinaan, bagi calon pengantin serta Sekolah Ayah Bunda.

baca juga:  Menyoal Penanganan Sampah di Ngopi Bareng Sekber

“Kami juga punya Forum Genre yang dapat bersinergi dalam memberikan pemahaman kepada remaja, agar bisa menjadi orang tua hebat,” paparnya, saat acara Program Pelibatan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dalam Rangka Promosi KB, Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender dalam Masa Pandemi Covid-19 di aula lantai 10 Gedung Dibaleka II, Rabu (28/4/21).

Tokoh masyarakat dan tokoh agama, tambahnya, kerap berinteraksi langsung dengan masyarakat. Lantaran itu, mereka memiliki pengaruh yang besar dalam menyampaikan informasi ke masyarakat.

baca juga:  Kelurahan Mekarsari Akan Gelar Zero Waste Ifthor

“Peranan tokoh agama dan tokoh masyarakat, dapat membantu kami dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait program berbasis genre,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok, Elly Farida mengatakan, kolaborasi yang dilakukan nanti, diharapkan dapat berdampak bagi tumbuh kembang anak dan remaja di Kota Depok.

Tentunya dalam memberikan pemahaman kepada calon orang tua, yang akan memasuki jenjang pernikahan.

“Kami sangat perhatian dalam memberikan pembekalan kepada calon orang tua, agar setelah menikah dapat mengatasi permasalahannya dengan baik. Program berbasis gender ini, sudah dilakukan pada masyarakat melalui kegiatan PKK,” bebernya.

baca juga:  Prof. Imron Cotan Beberkan Tantangan Pembangunan Kesehatan Papua

Sementara itu, Ketua Fatayat Kota Depok, Nur Nadlifah menyatakan, pihaknya siap mendukung program-program berbasis gender yang digagas Pemkot Depok.

Tentunya dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama di wilayah, untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Akan kami arahkan untuk menyampaikan pemahaman tentang gender kepada masyarakat melalui pengajian di taklim atau pertemuan lainnya,” pungkasnya. *cky

 41 total views,  1 views today

%d blogger menyukai ini: