Hacord Bersama Japan Bisnis Network Hadirkan 15 Pengusaha Jepang

GROGOL, planetdepok.com – Guna membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menangani persoalan sampah, Acep Al Azhari atau Haji Acep Orang Depok (Hacord), pagi tadi, Rabu (26/2/20), di RM Gabus Pucung Grogol Limo Depok, mengundang 15 pengusaha dari Negara Jepang terkait dengan lingkungan , bekerja sama dengan INDONESIA JAPAN BISNIS NETWORK ( IJB) ,untuk membicarakan mengenai limbah sampah yang ada di Kota Depok.

Diskusi yang melibatkan puluhan pengusaha Jepang dihadiri jajaran unit usaha Hacord, pelaku UKM Kota Depok, anggota BMPS, Kelompok Tani dan Nelayan andalan, Depok Institute, MUI, Iluni, dan Dewan Komunitas Pengusaha Depok.

“Nantinya bisa diberdaya gunakan untuk daur ulang, demi kepentingan masyarakat Depok yang menghasilkan nilai ekonomi”, ujar Acep.

Acep dalam sambutannya menjelaskan, kalau Pengusaha terlibat dengan lingkungan,tidak mengandalkan Pemkot , Depok akan menjadi kota terbaik sebagai kota hunian dan Kota Urban.

“Keterlibatan Pemkot sangat di harapkan, karena dengan cara ini bisa menarik Investor,  menanamkan modalnya di Kota Depok,” tandasnya.

Acep mengatakan, kegiatan itu bertujuan melakukan kolaborasi antar pengusaha Depok dengan pengusaha Jepang yang dikaitkan dengan permasalahan Kota Depok, khususnya terkait masalah lingkungan.

“15 pengusaha dari Jepang kita undang dan mereka menawarkan apa yang dibutuhkan Kota Depok,” tutur Acep, dalam diskusi bertajuk Depok Indonesia-Fukuoka Japan Partnership for sustainable envirnment & Agrobusines tersebut.

Dalam diskusi tersebut, dirinya menawarkan bagaimana penanganan masalah sampah di Kota Depok.”Saya tawarkan tentang daur ulang sampah dan membangun pembangkit listrik tenaga surya, khususnya di Gama Valley,” tekannya.

Menurutnya, masalah sampah di Kota Depok masih belum terselesaikan dengan baik.”Saya yakin kalau pengusaha peduli terhadap lingkungan dan masyarakat dilibatkan untuk peduli lingkungan maka Kota Depok akan menjadi kingkungan tempat hunian yang baik,” harapnya.

Diskusi tersebut, bagi Acep merupakan awal perkenalan yang baik dengan para pengusaha dari Jepang tersebut.”Mereka dibawa kesini oleh organisasi Indonesia Jepang Bisnis Network (IJB). Dalam organisasi itu terdapat alumni Habibi dan dari Jepang. Kebetulan saya diminta sebagai penasihat IJB,” ungkapnya.

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriyatna, sangat mengapresiasi kerjasama yang di gagas Acep, lantaran dapat membantu dan mewujudkan kerjasama kota Depok dengan pengusaha Jepang, dalam bidang kerjasama pengelolaan limbah sampah pada khususnya.

Menurutnya, banyak manfaat yang diperoleh dari diskusi tersebut khususnya terkait dengan energi lingkungan.”Diskusi ini sangat bermanfaat sekali buat Kota Depok, terutama masalah energi terbarukan, terkait masalah limbah sampah di Depok,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan, Kedepannya harus di wujudkan dengan pemerintah Depok,kerja sama ini mengingat masalah sampah sangat rumit,tiap hari berapa ton ,sampah yang diangkut ke TPA.

”Dengan adanya pengusaha Jepang  dihadirkan dalam membahas permasalahan sampah yang ada di Kota Depok ,untuk menanggulangi limbah sampah bisa di daur ulang nantinya mempunyai nilai ekonomi,” bebernya.

Dikatakan, meskipun Pemerintah Kota Depok telah melakukan inovasi dalam penanganan sampah, namun perlu ada inovasi baru yang kita butuhkan dalam diskusi ini.”Mereka juga memberikan teknologi penggunaan air bersih dari air laut. Ini sangat potensial sekali,” katanya.

Pradi berharap apa yang digambarkan dalam diskusi tersebut bisa ditelaah dan dikaji sehingga bisa menjadi bagian dari solusi terkait persoalan yang ada di Kota Depok. Terutama masalah sampah,” tegasnya. *cky

 55 total views,  1 views today