Hindari Kerumunan Vaksinasi, IBH Sarankan Batasi Quota & Tetap Jaga Jarak

Wakil Walikota Depok IBH

Wakil Walikota Depok IBH
GDC, PLANET DEPOK.COM – Program vaksinasi besar-besaran atau massal yang diselenggarakan oleh pihak Pemerintah, justru menjadi dilema penerapan PPKM Darurat, pasalnya dalam PPKM dilarang membuat kerumuman, namun tak jarang ditemui tempat vaksinasi menjadi ajang orang berkerumun.

Menanggapi itu, Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono (IBH) mengatakan, seharusnya sebelum melaksanakan vaksin, survei terlebih dahulu lokasi, lakukan di tempat yang luas dan nyaman seperti di Trans Studio Mall.

” Kerumunan ada namun tetap menjaga jarak dan semua peserta duduk sehingga nyaman,” ujarnya ketika ditemui wartawan selepas melakukan donor plasma konvalesen di kediamannya, Jumat (16/7/21).

Baca Juga:  Kloter Pertama Calhaj Kota Depok Berangkat 9 Juni

Namun dirinya juga tidak menyalahkan tempat vaksinasi yang berlokasi kurang besar, hanya saja seharusnya dibatasi peserta vaksin perharinya, agar tidak terjadi kerumunan demi kenyamanan bersama.

“Sebenarnya ini bukan hanya masalah fasilitas saja, tetapi juga tenaga vaksinasi itu sendiri. Seperti ada beberapa tempat vaksin yang membuka pendaftaran offline sedangkan tempat pedaftaran hanya satu sehingga menimbukan kerumunan.” jelasnya.

Baca Juga:  DPD SWI Depok Berikan Selamat Terpilihnya Wahyu Sebagai Ketua PWD

Bahwasannya, ujar IBH, setiap grup tenaga vaksin terdiri dari empat orang dengan posisi pendaftaran, dokter, pengawas dan penyuntik vaksin itu sendiri. Kapasitasnya persatu grup untuk 200 orang, maka tidak bisa satu grup tenaga vaksin untuk 1000 orang.

“Setelah vaksin masyarakat bukan berarti menjadi bebas, tetap menjaga jarak dan menggunakan masker. Semoga pandemi ini segera berakhir,” pungkasnya. *cky

 62 kali dilihat

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: planetdepok.com@gmail.com Terima kasih.

Baca Juga:  Gak Punya Gedung Seni Budaya, Seniman Depok Amprog di Balai Rakyat