Hore ! 18 Juli, Disdik Depok Mungkinkan Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka

Kadisdik Depok M Thamrin
BALAIKOTA, planetdepok.com – Pandemi Covid – 19 telah membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok memberlakukan Pendidikan Jarak Jauh dan Belajar Dari Rumah (BDR), hal itu dilakukan lantaran mengutamakan keselamatan dan kesehatan Tenaga Kependidikan (Tendik) dan siswa.

“Kita utamakan keselamatan dan kesehatan tenaga kependidikan dan anak, karena pandemi Covid ini, bukan hanya melanda Indonesia tapi dunia”, ujar Kepala Disdik Kota Depok Muhammad Thamrin, diruang kerjanya, Selasa (23/03/21).

Meski lewat PJJ dan BDR, Thamrin merasa tidak ada hambatan bagi warga masyarakat memperoleh pendidikan.

Thamrin mengatakan, dengan datangnya era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), menjadi sebuah harapan bagi pendidikan, untuk kembali melaksanakan sekolah tatap muka di Kota Depok.

“Kini Covid sudah mulai menurun di Kota Depok, dari zona merah sekarang perlahan memasuki zona orange dan zona hijau, ditambah dengan vaksinasi, tentu menjadi harapan besar bersama, untuk kembali sekolah tatap muka”, ungkapnya.

baca juga:  Kasdim Depok Ajak Masyarakat Sukseskan TMMD

Atas kesadaran tinggi dari masyarakat terkait pentingnya penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) dan semakin menurunnya kasus Covid, pada tahun ajaran baru 2021-2022 nanti, sekitar 18 Juli, diharapkan Disdik Depok memungkinkan melaksanakan sekolah tatap muka, atas surat ijin Satgas Covid -19 Kota Depok, persetujuan Orang Tua ( Ortu) siswa, dan pihak sekolah.

Namun, tandasnya, sekolah tatap muka rencananya bisa dilaksanakan tahun ajaran baru nanti, dengan syarat 3 unsur, yakni mendapat ijin dari Pemkot Depok, pihak sekolah dan ijin Ortu.

Dia mengisyaratkan, tatap muka harus penuhi Prokes, misalnya sekolah sudah siapkan fasilitas tempat cuci tangan atau sediakan hands sanitiser, penyemprotan disinfektan secara berkala dan memastikan selalu menjaga jarak.

Thamrin menjelaskan, Sekolah tatap muka dimasa AKD atau new normal tentu berbeda, nanti jumlah siswa dibatasi, ruang kelas terbatas 50 persen, jadi 1 ruang maksimal 20 siswa, dalam pembelajaran siswa tidak ada istirahat, tidak ada eksul.

baca juga:  MUI Kota Depok Minta Kemdikbud Tarik Peta Jalan Pendidikan Nasional

“Dalam kurun waktu 4 jam pelajaran, siswa harus selalu ada dalam kelas, anak yang datang ke sekolah, hanya akan masuk 2 kali per minggu “, bebernya.

Oleh karenanya, Ia meminta perasaan ortu agar benar-benar peduli, jika mengijinkan sekolah tatap muka, misalnya ortu siap kontrol anak setiap berangkat dan pulang sekolah, anak dibekali dengan masker cadangan, harus dibawakan makan minum anak, jika anak kurang fit, Ortu jangan ijinkan anaknya datang ke sekolah tatap muka.

“ini kami minta peran orangtua perhatikan hal ini, orangtua juga harus siap antar jemput anak, jangan sampai anak menunggu Ortu datang menjemput, tapi orangtua harus standby menunggu anaknya keluar dari kelas”, pinta Thamrin.

Hal tersebut menurutnya juga berlaku pada Guru, tidak diperkenankan masuk kelas jika sedang tidak sehat, pengendalian kerumunan di sekolah bisa terkendali.

baca juga:  FKP Tirta Asasta Sebagai Wadah Komunikasi Timbal Balik

“Untuk itu, kami perlu penekanan dan perhatian bersama, antara pihak sekolah dan Ortu harus sepakat semua hal itu”, tekannya.

Untuk mewujudkan sekolah tatap muka tersebut, Kadisdik menyarankan khusus bagi warga dan siswa – siswi, walau pandemi mulai menurun, tetap lakukan Prokes dengan 3m2i, pasalnya Prokes bukan hanya terkait pandemi, tapi juga merupakan PHBS.

Terkait kebutuhan fasilitas Prokes di Sekolah di masa pandemi, tambah Thamrin, sudah ada alokasi anggaran untuk penanganan Covid – 19 dari dana bos APBN.

“Mari mulai sekarang, kita jaga bersama Kota Depok hingga menjadi zona hijau, agar kita bisa kembali Sekolah tatap muka, termasuk pembelajaran non formal, seperti kursus, PAUD, TK dan Bimbel”, pungkasnya. *riki

 292 total views,  1 views today

%d blogger menyukai ini: