Idris – Imam Pilihan Tepat & Bijaksana Ngedeprok

SUKAMAJU BARU, planetdepok.com – Dihadapkan pada pilihan sulit lantaran memiki kedekatan dengan Mohammad Idris dan Pradi Supriyatna, Pembina Ngedukung Depok Pro Kiai (Ngedeprok) Ues Suryadi, akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Idris – Imam.

“Kita punya 2 pilihan, tapi kita arahnya mendukung nomor 2 Kiai Idris dan Imam. harapan kami Kiai Idris pimpin Depok kembali periode 2021 2026”, ujarnya usai menggelar silaturahim tokoh agama dan relawan bersama Cawalkot Depok Mohammad Idris, di
RT.03/05, Kel. Sukamaju Baru, Senin (26/10/20).

baca juga:  Hardiono Tegaskan Kasek Panwascam Harus Bekerja Profesional & Netral

Ues mengisahkan, pengalaman lama, dirinya bersahabat dengan Pradi dan Kiai Idris, oleh karena mentok di pilihan seperti saat ini, namun dalam hidup harus punya pilihan, maka muncul kebijaksanaan bahwa yang paling tepat adalah Kiai. “Idris – Imam jadi pilihan kami”, cetusnya.

Sebagai mantan pimpinannya di Pemkot Depok, saat Kiai Idris menjadi Wakil Walikota dan Walikota Depok, Ues merasa sangat dekat, lantaran Kiai Idris juga merupakan tokoh, guru, ulama, pemimpin serta sebagai orang tua , jadi pembimbing.

baca juga:  Idris Imam Launching 6 Jurus SUKSES Gedor Ekonomi & Pengangguran di Kota Depok

“Perasaan kedekatan sangat luar biasa, ada rasa itu di Pradi ya tetap ada, tapi saat Pak Idris muncul Kiai nya, islamnya, pasti ada kelebihan di Kiai idris, itulah kenapa kami pilih Kiai Idris”, ungkapnya.

Dia menyampaikan, anggota Ngedeprok berjumlah 350 orang dan akan dikembangkan lagi ke depan, pasalnya targetnya bukan hanya hadir untuk mendukung Idris – Imam pada 9 Desember nanti, melainkan akan berlanjut dengan program pendidikan, agama dan keahlian lainnya.

baca juga:  Ngobrol Soal Netralitas ASN kota Depok

Terkait pembangunan Depok, mantan Camat Beji itu, selama tugas di beji, mengakui pembangunan tidak semata-mata dari Mohammad Idris.

“Itu kebijakan dari yang memang beliau pimpin sekian tahun, artinya memang dirasakan masyarakat. Untuk Kiai Idris, kami lebih menghargai sebagai tokoh, pemimpin, guru, orang tua dan ulama”, tutupnya. *cky

 125 total views,  1 views today

%d blogger menyukai ini: