Janji Kampanye Idris – Imam Fakta Bukan Slogan Propaganda

LIMO, planetdepok.com – Meski diakui sebagian tokoh RW.02 Kelurahan Limo sudah merapat ke paslon sebelah, tidak menyurutkan para relawan dan parpol pengusung Idris – Imam, berjuang meraih simpati dan suara warga RW. 02 tersebut.

“Sebagian tokoh memang sudah merapat ke sebelah, tapi keinginan warga bukan hal yang sama dengan para tokoh tersebut. Warga Limo punya kemandirian sikap, punya sikap kritis, sudah melek informasi, sudah bisa memilah mana janji kampanye yang berdasarkan fakta, mana yang hanya slogan propaganda”, papar Ketua DPRa PKS Limo Yahya, usai menghadiri Sosialisasi Paslon nomor urut 2, di RW. 02 Kel.Limo, Sabtu (07/11/20).

Dijelaskannya, Mohammad Idris sudah di kenal baik warga Limo, di majlis taklim dan jaringan ustad, lantaran punya modal integritas.

Baca Juga:  Kang Aher: Jangan Salah Pilih, Coblos Nomor 2 Idris - Imam

“Kiai Idris dan Imam Budi Hartono dikenal masyarakat Limo, orang yang lurus, baik punya integritas, jujur dan bersih dari korupsi, dekat dengan rakyat. Itu dibuktikan dengan hari-hari beliau, terlepas dari faktor protokoler formal, aslinya memang dekat dan bersahabat”, bebernya.

Yahya mengatakan, bersama Koalisi Tertata Sejahtera, pihaknya ingin ciptakan Pilkada yang taglinenya sama dengan KPU, yakni Pilkada Santuy, tetap adem, tenang dan memantau situasi agar kondusif.

Ketua DPRa PKS Limo, Yahya

“Karena bagaimanapun persaudaraan, keamanan, ketertiban dan konsudusifitas tetap nomer pertama, kalau nomer 2, kita sudah sama – sama sepakat kan, Kiai Idris lanjutkan”, cakapnya.

Baca Juga:  DPRD Depok Setujui 3 Raperda Kota Depok

Dengan modal kejujuran dan integritas, tandasnya, tim pemenangan paslon nomor 2, menyampaikan ke warga apa adanya. “Kalau iya ya iya, kalau tidak bisa ya tidak, tidak ada janji yang kita kampanyekan melebihi fakta-fakta, yang memang sudah disiapkan tim, sebab janji kampanye Idris – Imam berdasarkan fakta bukan wacana propaganda”, jelasnya.

Baca Juga:  Ojek Pengkolan Pengasinan Konsisten Memilih Idris - Imam

Yahya menegaskan, kita basisnya pengabdian kepada masyarakat , jadi biar masyarakat yang menilai mana yang tulus, mana yang serius dan mana yang masih sebatas wacana propaganda. *cky

 279 kali dilihat

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: planetdepok.com@gmail.com Terima kasih.