John Norotouw: Papua Tidak Akan Merdeka, Papua Sedang Bangun Kearifan Lokalnya

 49 total views,  1 views today

Fliyer Webinar Perdamaian & Kedamaian di Papua
JAKARTA, PLANET DEPOK. COM – Konflik puluhan tahun yang sudah terjadi di Papua, disebut sebagai warisan Belanda oleh mantan Aktivis Organisasi Papua Merdeka (OPM) John Norotouw.

“Konflik ini terjadi karena peninggalan Belanda terhadap warga Papua”, ujarnya dalam webinar dengan tema “Perdamaian dan Kedamaian di Papua, Kamis (1/7/21).

Belanda, kata dia, memberikan konsep kepada masyarakat Papua untuk merdeka dan menguasainya. Sehingga membuat kelompok tertentu, ingin merdeka karena janjian Belanda.

baca juga:  Pemkot Depok Terbitkan Aturan Pelaksanaan Iktikaf, THR, Larangan Mudik & Salat Idul Fitri

“Negara Papua, itu tidak ada. Inilah yang terjadi selama 58 tahun terus menerus konflik dengan pemerintah. Negara boneka suatu yang tidak benar. Padahal itu konspirasi Belanda, “tegasnya.

Tanah Papua, tegasnya, 100 persen masuk ke dalam pangkuan Indonesia. Hal itu diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bahkan kedaulatan Papua sudah final.

baca juga:  KOKO KRUNCH Gelar Koko Olimpiade di Depok

Tanah Papua, menurut John, lebih aman dan lebih Indonesia. Di mana, di Papua terdapat orang Papua dan orang Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

“Masyarakat Papua sedang membangun perdamaian. Apa lagi membangun negara, belum ada pengalaman. Papua tidak akan Merdeka. Papua sedang bangun sendiri kearifan lokalnya, ” pungkasnya.

Sementara itu, Dosen tetap Unhan Dr. Budi Pramono menegaskan, Papua bagian wilayah kedaulatan Indonesia, lantaran wilayah Papua merupakan wilayah jajahan Kolonial Belanda.

baca juga:  Sri Utomo Ditunjuk Sebagai Pj Sekda Kota Depok

“Dalam Uti Possdetis Juris, suatu prinsip internasional untuk menetapkan batas -batas negara yang merdeka dari penjajahnya dengan memastikan bahwa perbatasan mengikuti batas-batas wilayah konolial lama. Maka Papua yang dahulu berada dalam penjajahan Belanda, secara institusi menjadi bagian dari Indonesia, ketika deklarasi kemerdekaan yang disampaikan,” utasnya. *cky

%d blogger menyukai ini: