Kembangkan Potensi Wilayah, Kelurahan Duser Bentuk Kampung Tematik

 110 total views,  1 views today

Lurah Duser Suhendar bersama Ketua RW 09 saat menyerahkan penggalamgan dana peduli Palestine
DUREN SERIBU, PLANET DEPOK. COM – Guna sinkronisasi dan mendorong terwujudnya program Wali kota dan Wakil Walikota Depok, Kelurahan Duren Seribu (Duser) membentuk Kampung Tematik.

“Tadi kita membahas bersama para Ketua RW, terkait sinkronisasi program-program Walikota dan Wakil Walikota, diantaranya target tercapainya 100 ribu biopori, karena sampai saat ini baru mencapai 700 “, ujar Lurah Duser Suhendar, Jumat (21/5/21).

Selain itu, dalam imovasi lomba Kelurahan, kata dia, Duser menciptakan Kampung tematik, yaitu kampung yang diangkat sesuai potensi kearifan lokal.

baca juga:  Kontraktor Pelaksana Pastikan Jembatan GDC Mampu Menahan Beban Maksimal

“Kita angkat berdasarkan potensi yang dimiliki oleh kampung tersebut”, imbuhnya.

Kampung tematik tersebut terdiri dari beberapa RW yakni RW 01 sebagai kampung ikan hias, RW 02 kampung kuliner, lantaran banyak warga usaha kuliner dan dodol, di RW 03 ada lapangan pusaka, maka jadi kampung olahraga.

“RW 04 kita sebut kampung budaya betawi, sedangkan RW 05, 06 dan 07 sebagai kampung ramah lansia, untuk RW 08 kerana wilayah perbatasan, banyak pendatang luar sehingga terjadi peredaran gelap narkoba, jadi kita sebut kampung bebas narkoba, dengan tujuan agar para pengedar menghilang dari kampung tersebut, lalu RW 10 dan 11 banyak warga produktif jadi kita sebut sebagai kampung Samawa”, paparnya.

baca juga:  Kecamatan Limo Minta OPD Jangan Korbankan Anggaran Kecamatan

Selain itu, lanjut Hendar, Duser juga terapkan Sistem Pelayanan Online (Sipelo), dimana warga cukup kirim data lewat WA, untuk pengurusan kependudukan.

“Kita juga kembangkan Simpojelita, sistem pengolahan Minyak Jelantah, yang semula menjadi limbah, diolah menjadi cinderamata”, ulasnya.

baca juga:  PDAM Tirta Asasta Perkuat Sinergi Dengan Forum Pelanggan

Kampung tematik yang sudah berjalan, bebernya, yakni RW 09 kampung lele, disana banyak petani lele bahkan pembelianmya sudah gunakan sistem online, lalu kampung wisata dan budaya di RW 04 dan kampung ramah lansia di RW 05, 06 dan 07

“Kampung tematik sebenarnya sudah 1 tahun lalu di programkan, semua dilakukan mengacu pada Visi kota Depok,” pungkasnya. *rik

%d blogger menyukai ini: