Kemelut DKM Nurul Ikhwan RW 19 Abadijaya, Berakhir Mufakat Bangun Bersama Lebih Baik

planetdepok.com – Sukmajaya
Kemelut kepungurusan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Ikhwan yang selama masih mengganjal, akhirnya dengan bersepakat untuk musyawarah bersama dan sebagai penengah Dewan Mesjid Indonesia(DMI) Kota Depok dan dari Kecamatan Sukmajaya.

Musyawarah di laksanaka (13/03/2022) di Masjid Nurul Ikhwan RW 19 lingkungan Bojong Kelurahan Abadijaya Kecamatan Sukmajaya, yang dihadiri oleh Sekcam Sukmajaya, Lurah Abadijaya M. Sodik,
Sodik lurah abadi jaya, jajaran Ketua RT dan Ketua RW 19, jajaran pengurus DKM Nurul Ikhwan RW 19, Ustadz Agus Ketua DMI Sukmajaya, DMI Kota Depok KH. Dr. Iie Naseri Muhammad dan Tokoh masyarakat.

Ketua RW 19 Sugandi menyampaikan, dengan berakhirnya masalah ini ke depan akan lebih baik dan sukses. Terpilih Ketua DKM merupakan atas rekomendasi dari para sesepuh dan jamaah masjid Nurul Ilhlwan, yang nantinya akan dijadikan DKM lebih maju.
“Alhamdulillah, dalam proses musyawarah mufakat, permasalahan DKM sudah selesai, di harapkan tidak ada lagi masalah, jalankan programnya,” kata Ketua RW19.

Baca Juga:  Dukung PPKM Darurat, Pemkot Depok Tunda Sekolah Tatap Muka

Sugandi menyampaikan beberapa pesan, Pertama dalam membangun sinergitas agar tetaplah menjaga kerukunan antar warga, tetap menjaga dan memelihara kekompakan dan kebersamaan.
“Intinya sebagai organisasi sosial RW dan DKM harus seiring berjalan untuk memajukan lingkungan,” ujar Ketua RW 19 ini.


Ditempat yang sama Lurah Abadijaya Sodik Murdiono menyampaikan, rasa bersyukur kepengurusan DKM masjid Nurul Ikhwan sudah berakhir, untuk itu tambah Sodik, jadilah pengurus mesjid yang bijak, peduli mempertimbangkan Ibadah, bukan mempermasahkan tentang mata uang dan kekuasaan.
“Masjid harusnya dijadikan contoh yang baik ummat dan masyarakat, pusat kebudayaan, khususnya disekitar RW 19,” ucap Sodik.
Baca Juga:  Barinas Gelar Nobar Dialog Election Pilkada Depok

Sodik kembali mengingatkan, hendaknya semua pengurus mempelajari panduan organisasi tentang kemesjidan sehingga menjadi pengurus yang propesional, bisa bertanggung jawab, dihadapan umat dan Allah SWT.
“Naah ini jangan dijadikan mesjid jadi lumbung mencari kehidupan, tetapi bagaimana menghidupkan dan menjadikan lumbung kebaikan serta amal ibadah untuk umat,” tuturnya.

Masjid selain sarana ibadah bertaqirub dan beribadah, masjid juga harus dijadikan  sebagai tempat amal sosial
“Bukan hanya tempat ruku dan sujud saja, tapi mesjid harus dijadikan sarana dan fungsi keumatan dalam menjawab tantangan global ekonomi,” ujar Sodik.

Sebagai Lurah tentu melihat mesjid harus kita jaga, rawat dan dikembangkan menjadi yang terbaik dan menjadi contoh umat khususnya wilayah RW 19.

Baca Juga:  Kepsek SDN Cinangka 4 Kembali Dipercaya Pimpin PGRI Cabang Kecamatan Sawangan

Sementara itu Ketua Bidang perlindungan RW 19, Viktor Malbanat, mengapresiasi kepada warga masyarakat khususnya pemuda RW 19, yg ikut mengamankan jalannya kegiatan ini sehingga berjalan lancar.
“Saya mengucapkan syukur Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar, aman dan kondusif, ini tak lepas selalu berkoordinasi dengan pembina wilayah Babinsa Santoso dan Babinkabtibmas Tusmono,” paparnya. (Adi).

 339 kali dilihat

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: planetdepok.com@gmail.com Terima kasih.