Kepsek Bantah Tidak Benar Tudingan Afifah SMPN 12 Depok Tahan Ijazah

 845 total views,  2 views today

Kepala UPTD SMPN 12 Depok Antoni
DEPOK, planetdepok.com – Kepala UPTD SMPN 12 Depok Antoni, secara tegas membantah tudingan calon wakil wali kota Depok, Afifah Alia terkait penahan ijazah salah seorang siswa SMPN 12.

“Enggak benar itu, yang dimaksud Bu Afifah itu siapa namanya? Dia sumbernya darimana? Itu kan enggak jelas, jadi enggak bisa dibuktikan,” ujar Antoni, Selasa (8/12).

Dijelaskannya, sebelum acara debat paslon, ada salah seorang Anggota DPRD Depok Rudi Kurnian, mengirim pesan melalui WhatsApp yang menayakan hal itu.

“Apakah yang dimaksud itu atau bukan, kan kami enggak tahu karena siswa SMPN 12 ini yang lulus tahun lalu ada sekitar 400 siswa dengan yang Terbuka. Kalau yang dimaksud oleh Pak Rudi itu, maka sebelum acara debat terakhir, ijazah sudah diambil yang bersangkutan,” paparnya.

baca juga:  Ketua DPRD Depok Sambut Baik Diskusi Publik Sekber Wartawan Kota Depok

Antoni menjelaskan, ijazah sesungguhnya baru turun September, kemudian ditulis dan selesai di Oktober dan dibagikan di bulan Oktober.

“Bulan Oktober ke bulan November apakah itu disebut penahanan?. Ketika dibagikan anaknya enggak datang, itu di Oktober. Kemudian baru disampaikan ke kami di November, itu baru jarak satu bulan,” terangnya.

Antoni memastikan, hingga saat ini tidak ada ijazah siswa yang ditahan dan telah dibagikan.

“Memang masih ada 15 siswa yang belum mengambil, belum diambil loh bukan ditahan, karena siswa nya belum datang untuk mengambil. Pembagian di Oktober itu harus bergantian karena Covid 19,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam acara Debat Publik putaran terakhir kemarin, calon wakil wali kota Depok, Afifah Alia menuding masih ada ijazah siswa SMPN 12 Depok yang ditahan oleh pihak sekolah.

baca juga:  Libur Panjang, Aliran Air Tirta Asasta Tetap Lancar

“Minggu lalu saya mengambil ijazah warga Depok yang ditahan SMPN 12, ini sering kami advokasi. Banyak ijazah-ijazah yang ditahan di sekolah baik sekolah negeri maupun swasta,” ungkap Afifah saat acara debat publik Pilkada Depok putaran ketiga.

Yusup Mantan Kepala UPTD SMPN 12 Depok yang kini menjabat Kepala UPTD SMPN 8 Depok

Senada dengan itu, Mantan Kepala UPTD SMPN 12 Depok Yusup, yang kini menjabat Kepala UPTD SMPN 8 Depok, juga terkejut lantaran sekolah yang pernah dipimpinnya selama 4 tahun belakangan, disebut oleh Afifah dalam debat publik Pilkada Depok, lantaran ada ijazah yang di tahan pihak SMPN 12 Depok.

Kontan Yusup menegaskan, selama 4 tahun memimpin tidak pernah menahan ijazah siswanya, malahan, dia meminta kepada Tata Usaha SMPN 12 saat dia menjabat, untuk mencari rumah siswa dan memberikan ijazah yang belum diambil, oleh orangtua.

baca juga:  Jelang Idul Fitri, Terminal Jatijajar Terapkan Pemeriksaan Genose C19

“Saya juga kaget, saat saya nonton debat, tiba-tiba bu Afifah menyebut SMPN 12 menahan ijazah siswa. Tidak ada, selama saya menjadi kepala sekolah SMPN 12, tidak ada ijazah siswa yang ditahan”, terangnya.

Senada dengan Kepsek, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Depok Mulyadi, juga menyampaikan bahwa tidak benar bila SMPN 12 Depok, menahan ijazah siswa.

“Tidak benar, menurut info yang saya terima dari Kepala SMPN 12, tidak ada ijazah siswa yang ditahan”, terangnya. *cky

%d blogger menyukai ini: