Komunitas Jelantah Jelita Mawar Jejeg Pisan Menangkan Bang Idris – Imam

BOJONGSARI BARU, planetdepok.com – Wajah sumringah dari warga RW 01 bersama Komunitas Jelantah Jelita Mawar, tampak menghiasi kedatangan Calon Walikota nomor urut 2 Mohammad Idris, di kediaman Ketua RW 01 Jl. Masjid At Taubah Kelurahan Bojongsari Baru, Jumat (30/10/20).

Ketua RW 01 Kel. Bojongsari Baru Asep mengatakan, kehadiran Mohammad Idris ditengah – tengah warganya memang sangat di idamkan, pasalnya mereka sudah Jejeg memilih nomor 2 agar Idris – Imam terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Depok 2021-2026 mendatang.

“Kami para warga RW 01, sudah Jejeg pisan untuk memenangkan Idris – Imam, dengan mencoblos nomor 2 di TPS nanti”, tutur Asep usai acara pertemuan tersebut.

Pada kesempatan itu, Fitri warga RW 01 seorang pedagang kue mengisahkan bahwa selaku UMKM banyak ibu-ibu yang bermasalah dengan keterbatasan modal, untuk mengembangkan usahanya.

Sedangkan Siti Khadijah Kader Posyandu Mawar, menginginkan kota Depok punya klub sepakbola yang maju.

Semantara tokoh agama Ustadz Zaenal mengucap syukur alhamdulillah, Kota Depok punya Walikota seorang Kiai. Oleh karenanya, dia ingin agar Kiai Idris melanjutkan memimpin Depok kembali.

“Saya sangat berharap, Kiai bisa lagi lanjutkan, masyarakat Depok sudah mendukung Kiai terpilih kembali jadi Walikota. Ayo ibu-ibu dan bapak-bapak, kita kudu Jejeg, tanggal 9 Desember kita datang ke TPS,lalu coblos nomor dua yang ada sarung merahnya”, pungkasnya.

Menjawab semua itu, Mohammad Idris memaparkan beberapa janji kampanyenya yang merupakan solusi bagi pertanyaan warga tersebut.

“Kita nanti ada program Sukses Bersama, untuk para UMKM, yang nanti satu kelurahan ada satu program unggulan. Nanti para pelaku usaha kita berikan pelatihan marketing, packaging, permodalan, komunikasi, dan pinjaman tanpa bunga untuk usaha yang sudah berjalan”, bebernya.

Idris mengatakan, ingin UMKM sukses yang merata berjalan bersama tidak berjalan sendiri-sendiri. Sudah disiapkan juga program 1.000 perempuan pengusaha dan 5.000 pengusaha baru.

Untuk sepakbola, Idris tidak bisa berbuat banyak, lantaran dalam peraturannya, kepala daerah tidak bisa memfasilitasi kemajuan sepakbola profesional.

“Ada aturannya, sepakbola profesional tidak boleh dibantu gunakan APBD, karena sepakbola sekarang dipegang oleh PT. Jadi harus di Reformasi dulu aturannya,” pungkasnya. *cky

 64 total views,  2 views today

%d blogger menyukai ini: