KPU Depok Kunjungi DPD Partai Berkarya, Fitriyanti: KPU Datang, Sudah Menjadi Jawaban

Ketua KPU Nana Shobarna bersama jajarannya di Sekretariat DPD Partai Berkarya

Ketua KPU Nana Shobarna bersama jajarannya di Sekretariat DPD Partai Berkarya
BOPONTER, PLANETDEPOK.COM – Dalam rangka sosialisasi persiapan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok melakukan kunjungan ke Sekretariat DPD Partai Berkarya Kota Depok.

Ketua KPU Kota Depok, Nana Sobarna mengatakan, dalam sosialisasi pelaksanaan Pemilu 2024, ada sebanyak 16 partai politik yang sudah dan bakal dikunjungi oleh pihaknya. Salah satunya Partai Berkarya.

“Ada 16 partai yang sudah dan akan kami kunjungi, salah satunya sekarang kami kunjungi Partai Berkarya,” ujarnya, di Sekretariat DPD Partai Berkarya Kota Depok, Bojong Pondok Terong, Pancoran Mas, Kamis (10/2/2022).

Dijelaskannya, roadshow yang menjadi agenda KPU Kota Depok tersebut, setelah berkoordinasi dengan unsur Forkopimda, tidak terdapat agenda kunjungan ke Sekretariat DPD Partai Berkarya, pimpinan Achmad Mauludin.

Baca Juga:  Dorongan Masyarakat, Sekda Depok Siap Tampil Dalam Pilkada Depok 2020

Pasalnya, menurut Nana, Partai Berkarya di Depok hanya satu, yakni DPD Partai Berkarya pimpinan Fitrianti Djailani.

“Saya tadi mendengar informasi bahwa Berkarya di Depok itu tidak ada kubu-kubuan. Sehingga yang terkonfirmasi dan terdata di kami, Berkarya yang di pimpin Fitrianti, gak ada masalah kalau di Depok, yang kami tahu cuma ada satu Berkarya di Depok,” tekannya.

KPU, tandasnya, juga belum tahu ada perkembangan lebih lanjut terkait dualisme itu, pasalnya yang jelas, dia berharap semoga saja tidak ada kubu-kubuan.

Baca Juga:  Cinta Kiai, Petinggi PKB Depok Putar Haluan Belain Idris-Imam

Ketua DPD Partai Berkarya Kota Depok, Fitrianti Djailani menyebut, isu dualisme yang terjadi di DPD Partai Berkarya Kota Depok akhirnya terjawab, setelah KPU Depok mengunjungi sekretariatnya.

“Yang pasti dengan KPU datang, itu sudah menjadi jawaban bagi kami. Jadi, terkait adanya dualisme, itu biarlah menjadi urusan pusat, kami, hanya berkewajiban untuk membesarkan Depok,” cetusnya.

Untuk diketahui, pada Juli 2020 lalu, Partai Berkarya terpecah menjadi 2 kubu, yakni kubu Tommy Soeharto dan Muchdi Pr. Pecahnya Partai Berkarya ini, diawali oleh sejumlah kader yang menilai kepemimpinan Tommy Soeharto tidak mampu menjalankan dan memajukan roda organisasi Partai Berkarya, sehingga terjadi dualisme kepengrusan.

Baca Juga:  Pandangan Fraksi DPRD Terhadap Raperda APBD Depok TA 2022

Selain di tingkat pusat, dualisme kepengurusan juga terjadi di internal DPD Partai Berkarya Kota Depok, yakni kubu Achmad Mauludin dan kubu Fitrianti Djailani. Dua kubu ini pun saling mengklaim bahwa Partai Berkarya kubu mereka lah yang sah dan diakui.*iki

 195 kali dilihat

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: planetdepok.com@gmail.com Terima kasih.