Meiyadi Rakasiwi, KLB Askot PSSI Kota Depok Akan Segera Di Gelar Keberhasilan Mimpin Berkat Dukungan Semua Pihak

planetdepok.com – Depok
Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) Kota Depok akan memilih ketua dan wakil ketua. Rencananya, pemilihan akan digelar dalam Kongres Askot PSSI Kota Depok pada 27 Maret 2022 mendatang.

Komite Pemilihan (KP) Asosiasi  Kota (Askot) PSSI Kota Depok resmi membuka pendaftaran calon ketua, wakil ketua, dan anggota komite eksekutif per hari ini Jumat  10 Juni 2022. Pelaksanaan pemilihan bakal dilakukan dalam Kongres Luar Biasa (KLB)  PSSI Kota Depok pada 23 Juli mendatang. 

Ketua Askot PSSI Kota Depok, Meiyadi Rakasiwi, membenarkan, pendaftaran dimulai 10-23 Juni 2022. Sedangkan terkait kekurangan dokumen pencalonan akan dilaksanakan pada 13-26 Juni 2022 dan batas kandidat untuk melengkapi dokumen, yakni tanggal 15 Juni  hingga 28 Juni 2022. 
“Verifikasi data dimulai 24 Juni hingga 3 Juli 2022. Sedangkan pengumuman kandidat sementara akan di sampaikan pada 3 Juli 2022,” kata Meiyadi, Kamis (16/6/2022) di kantornya.

Pria pemilik nama lengkap Meiyadi Rakasiwi mengatakan, kegiatan ordinary kongres yang digelar, bertujuan untuk memilih Ketua Komite Pemilihan dan Ketua Komite Banding Pemilihan menuju Kongres Luar Biasa.
“Di Bulan Juli 2002 kepengurusan kami periode 2018-2002 akan berakhir pada tanggal 21. Dengan berakhirnya kepengurusan tersebut maka diadakan kegiatan pemilihan Ketua Komite Pemilihan yang dinilai sangat penting,” ujar Coach Meiyadi.

Baca Juga:  Awal November SWI Bakal Gelar Deklarasi & Rakernas di Jakarta

Menurut Meiyadi, kongres menuju KLB sangat penting karena berdasarkan amanah Statuta Askot PSSI Kota Depok.
“Maka dari itu kami mematuhi dari amah statuta. Siapapun yang nantinya menjadi ketua Askot PSSI bisa memajukan sepak bola dan Futsal Kota Depok. Kami rasa tugas Askot bukan hanya tim menjadi juara akan tetapi bagaimana membina anak-anak kita dengan kunci melakukan pembinaan,” jelasnya.
“Kami menjalankan Organisasi Askot ini tak luput dari kerjasama pengurus selama ini, untuk itu Kami memgucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota, bapak Wakil Walikota Depok dan tentunya Bapak Sekda Kota Depok, tanpa dukungan Pemerintah kita tidak akan bisa berjalan dengan baik,” ucap Mei, yang juga mengucapkan terima kasih kepada KONI dan Disporyata Kota Depok.

Baca Juga:  Wujudkan Jabar Provila 2023, Pemkot Depok Luncurkan Program Ngabaso

Sebelumnya, diakui Meiyadi belum mendaftarkar diri sebagai calon Ketua Askot PSSI Kota Depok, namun keputusannya mencalonkan sebagai Ketua Askot PSSI Kota Depok saat ini masih sebagai Ketua Askot PSSI Kota Depok, untuk melakukan itu kembali perlu dukungan baik dari pengurus maupun klub-klub anggota Askot.

Askot PSSI Kota Depok sukses gelar Kongres Biasa menuju KLB, beberapa waktu yang lalu

Sebagai Ketua, cukup Percaya Diri bisa memimpin Askot PSSI Kota Depok, berbekal pengalamannya selama ini berkecimpung di dunia sepakbola. Karenanya, pria yang akrab disapa Bang Mei ini mantap untuk mengaplikasikan ilmunya untuk menguatkan persepakbolaan Kota Depok.
“Saya kan mantan pemain, dan memang lebih senang di lapangan. Jadi setiap program yang dibuat akan saya pastikan agar bisa berjalan dengan baik dan benar,” mantan pelatih Persikad ini menegaskan.

Selain memiliki latar belakang sebagai mantan pemain, pelatih, Bang Mei juga merupakan saat ini masih menjabat Ketua Askot, akan lebih tertantang akan memberikan yang terbaik untuk kaderisasi persepakbolaan secara menyeluruh. Tidak hanya dari segi pembinaan pemain, namun termasuk tataran pelatih hingga jajaran pengurus.
“Sepakbola itu berkembang, setiap harinya terus bergerak. Sehingga regenerasi ini harus dilakukan kalau kita mau maju dan mengikuti perkembangann harus bisa lari,” ucapnya.

Baca Juga:  Ngopi Bareng Wartawan, Diskarpus Depok Go Smart City

Konsep besar dalam menjalankan program kata Mei menuturkan, terkait pentingnya kaderisasi, regenereasi Sumber Daya Manusa (SDM) di kancah persepakbolaan harus dibuat secara berkelanjutan sehingga jenjang pengembangan di berbagai lini dapat disiapkan dengan matang.
“Regenerasi ini tentu kalau di pemain sudah jelas. Namun ofisial, pelatih, hingga manajerial di luar lapangan juga perlu pembaharuan. Bukan hanya masalah teori keilmuan, namun juga pengelolaan serta teknis pengaplikasiannya di lapangan,” pungkasnya. (Adi).

 180 kali dilihat

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: planetdepok.com@gmail.com Terima kasih.