Pembuatan LRB Kelurahan Tirtajaya Terhambat Minimnya Alat

M. Imron

M. Imron
TIRTAJAYA, PLANET DEPOK. COM – Kelurahan Tirtajaya hingga kini masih belum bisa memenuhi target pembuatan Lubang Resapan Biopori ( LRB), meskipun dilombakan oleh DLHK, pembuatannya terhambat lantaran alat pembuat lubang masih manual.

“Belum penuhi target, masih proses karena alat tidak ada yang mesin, alat pembuat lubangnya manual”, ujar Lurah Tirtajaya M. Imron, Senin (7/6/21).

Tirtajaya sendiri, tambah dia, sebenarnya targetkan tiap RT membuat 10-15 biopori, karena biaya pembuatannya swadaya masyarakat sendiri dan alatnya manual, hingga kini pembuatannya masih berjalan terus.

Baca Juga:  Wawalkot Depok Jadikan P2WKSS Kelurahan Cinangka Pemerataan Pembangunan

“Satu RT 10 sampai 15, ada 69 RT. Saat ini cuma RW 10 yang tiap RT sudah membuat biopori, totalnya 250 lubang. Jika setiap RT bisa mencapai 15 lubang makan kita punya seribu lebih biopori”, cecarnya.

Baca Juga:  Kampung Budaya Segera Diwujudkan

Walaupun program 100 ribu LRB sering dikatakan sebagai program 100 hari kerja Wali dan Wakil Walikota Depok, menurut dia itu mestinya dinas terkait yang laksanakannya, Kelurahan bersama warga masyarakat hanya berpartisipasi. *rik

 64 kali dilihat

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: planetdepok.com@gmail.com Terima kasih.

Baca Juga:  Pengaspalan Jaling Sisi Kali Gede Tanpa Pengawasan