Program Idris – Imam Jadi Idaman Kaum Perempuan

TUGU, planetdepok.com – Emak-emak dari berbagai profesi yang tergabung dalam Perempuan Tugu, berkumpul guna memperjuangkan kemenangan Idris – Imam pada 9 Desember mendatang.

Mereka berkomitmen memperjuangkan, lantaran program Idris – Imam, sangat pro perempuan juga, seperti seribu perempuan pengusaha, UMKM, Insentif Guru honorer, Insentif Pembimbing Rohani.

Penggerak Perempuan Tugu, Rita Zakiah memaparkan, selama 5 tahun Mohammad Idris memimpin Depok, sangat merasakan kota yangg religius, khususnya pada 3 hal, yakni kota bersih, sehat dan ramah keluarga.

“Sangat luar biasa program tersebut, tapi itu tidak bisa dituntaskan hanya dalam 5 tahun, jadi kita ingin Kiai Idris melanjutkan program itu bersama Imam Budi Hartono ke depan”, pintanya saat acara silaturahim tokoh perempuan Tugu, di RT. 08/10 , Selasa (27/10/20).

Rita bersama emak- emak lainnya juga ingin, masyarakat yang religius dan berbudaya berbasis kebhinekaan dan ketahanan keluarga, serta pembangunan infrastruktur berbasis teknologi dan berwawasan lingkungan,dapat diwujudkan di kota Depok, dibawah kepemimpinan Idris – Imam.

baca juga:  Warga Perbatasan Depok Antusias Menangkan Idris - Imam

“Yang masih kita inginkan berlanjut, berketahanan keluarga berbasis ramah lingkungan. Sebab dengan begitu, bisa banyak rumah yang harmonis dan asri”, ujarnya.

Mengenai Insentif Guru ngaji, guru majlis taklim, bantuan modal tanpa bunga pengusaha kecil, UMKM Center, 1000 perempuan pengusaha, sangat menjadi program idaman kaum perempuan, pasalnya itu menjadi sebuah harapan pasti, mengingat dampak pandemi Covid – 19, yang berimbas pada penghasilan para suami.

“Program – program itulah yang menjadi idaman kami para perempuan, yang dapat membangkitkan ekonomi dan berdayakan kami”, pungkasnya.

Rita berharap, mudah-mudahan Kiai lanjutkan, Insya Allah, perempuan tugu perjuangkan kemenangan nomor 2, agar perhatian terhadap guru ngaji meningkat, terwujudnya seribu perempuan pengusaha dan pemberian modal tanpa bunga, guna meningkatkan ekonomi warga, bisa terealisasi.

Ditempat sama, Ketua RW 10 Kel. Tugu Wagiman menjelaskan, berkumpulnya tokoh perempuan se Kelurahan Tugu dari berbagai profesi dan pekerjaan, untuk menunjukkan komitmen mendukung Idris-Imam, lantaran mereka menilai Kiai Idris disamping jadi contoh dalam keluarga dan karir, namun program – programnya realistis.

baca juga:  Puluhan Yatim & Dhuafa Terima Santunan Pegawai RSUD Depok

“Insya Allah pasti akan bisa terlaksana, karena berbasis kepentingan masyarakat , itu memang sudah di idamkan masyarakat”, tandasnya.

Menurutnya, 5000 pengusaha baru, 1000 perempuan pengusaha, dana 5 milyar per kelurahan, sangat bisa dilaksanakan karena sesuai nomenklatur yang ada.

Untuk mendulang suara Idris – Imam, Wagiman akan kenalkan ke masyarakat tentangb sosok pribadi Idris dan Imam, lalu membekali ibu-ibu dan relawan dengan memerintahkan agar program yang disampaikan Kiai, lanjutkan ke masyarakat, sehingga masyarakat akan berpikir, program nomor 2 lebih baik dan realistis.

“Sebab sekarang ini masyarakat Tugu bukan masyarakat yang bisa di bohongi, dengan program yang isntan, tapi program yang realistis yang pasti membekas untuk memilih”, terangnya.

Ketua tim Relawan Sahid Kel. Tugu itu menyampaikan, setelah berkoordinasi, Ia siap menangkan 75 persen suara nomor 2 di Kel. tugu.

baca juga:  Ramai Menyoal Rencana Walikota Naikan Anggaran Kinerja RT

“Kami menitipkan kepada Idris – Imam, selalu menjaga dan bagun Depok dengan hati, menjadikan Depok benar-benar kota religiusreligius”, tutupnya.

Calon Walikota Depok Mohammad Idris mengatakan, saat ini baru bisa berikan insentif kepada 210 guru ngaji atau pembimbing rohani sebesar 400rb per bulan.

“Urusan agama bukan otonomi daerah, tapi daerah bisa deskresi buat bantu meningkatkan insentif pembimbing rohani melalui Perda Penyelengaraan Kota Religius”, terangnya.

Kiai Idris juga menjelaskan, bahwa dirinya tidak bias gender, pasalnya banyak program ke depan yang ia siapkan untuk pemberdayaan kaum perempuan.

“Saya tidak bias gender, bisa dilihat 60 persen, kepala OPD adalah wanita. Dampak Covid – 19 sudah saya pikirkan untuk kaum perempuan, kita akan buat 1000 perempuan pengusaha, bantuan modal tanpa bunga dan sentra UMKM”, pungkasnya. *cky

 162 total views,  1 views today

%d blogger menyukai ini: