SDN Mampang 1 Depok Gelar Simulasi PTM Terbatas

 67 total views,  1 views today

MAMPANG, PLANETDEPOK.COM – Hari pertama simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas di Kota Depok disambut gembira oleh peserta didik. Seperti di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Mampang, Kota Depok. Para siswa tampak antusias mengikuti PTM tersebut.

Selain saat tiba di halaman sekolah, para peserta didik pun juga terlihat antusias mendengarkan materi pelajaran yang disampaikan guru. Mereka terlihat menempati tempat duduk yang telah ditata sesuai Protokol Kesehatan (Prokes).

“Untuk satu Rombel ada sebanyak 15 peserta didik yang mengikuti PTM,” kata Kepala SDN Mampang 1 Depok, Acih Taslih, Selasa (28/9/21).

Meski para peserta didik dan pengajar terlihat antusias, dia menegaskan tetap mengantisipasi dan mewaspadai penyebaran Covid-19 di sekolahnya.

baca juga:  Pemkot Depok Wacanakan Sekolah Tatap Muka Konsep Hepta Helix

“Tetap waspada, seluruh siswa yang tiba di sekolah kita periksa suhu tubuhnya. Demikian pula dengan para pengajar. Tidak boleh bersalaman, pakai masker, dan jaga jarak.” ujarnya.

Standar ketat protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah, tegasnya tetap diterapkan disini.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pendidikan, hari ini mulai menyelenggarakan simulasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Kegiatan tersebut dilaksanakan di seluruh SD dan sejumlah SMP di Kota Depok.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Wijayanto mengatakan, sebelum pelaksanaan simulasi PTMT terbatas, pihaknya telah melaksanakan monitoring pada seluruh sekolah, dari jenjang TK sampai SMP negeri maupun swasta selama 20 hari.

baca juga:  Proses Masa Transisi PTM, Wakil Walikota Depok Minta Warga Patuhi Larangan Bukber & Prokes

“Kami akan menyelenggarakan simulasi selama dua hari berturut-turut pada Selasa dan Rabu mendatang. Dari monitoring, seluruh sekolah bisa dikatakan sudah siap,” jelasnya kemarin.

Selama simulasi PTMT, ungkapnya, proses belajar mengajar dibatasi dengan jumlah rombongan belajar (rombel), hingga siswa pulang ke rumah baik dijemput ataupun tidak. Peran wali kelas juga sangatlah penting untuk memantau agar siswa langsung pulang ke rumah masing-masing.

“Diharapkan setiap sekolah mempersiapkan sosialisasi kepada keluarga besar sekolah. Baik berupa video, pamflet, maupun brosur ke orang tua siswa,” tandasnya.

baca juga:  Bulan Juli, Kadisdik Jabar Mulai Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Dia menambahkan, simulasi PTMT jenjang SMP dibagi menjadi tiga wilayah yaitu barat, tengah, dan timur dengan masing-masing satu sekolah negeri dan swasta. Wilayah timur di SMPN 4 Depok dan SMP YAPPA, tengah SMPN 5 dan SMP Al-Muhajirin, serta Barat SMPN 18 dan SMP Al-Hasra.

Sementara, lanjutnya, pada jenjang SD diinstruksikan agar seluruhnya melaksanakan simulasi PTMT serta mematuhi pola-pola pembatasan dan protokol kesehatan.

“Setelah simulasi dilakukan, pihaknya bersama stakeholder akan melakukan evaluasi untuk menyiapkan pelaksanaannya pada Senin (04/10) mendatang”, pungkasnya. *cky

%d blogger menyukai ini: