Turutin Arahan Mendagri, Walikota Depok Sebut Telah Terbitkan Sejumlah Kebijakan

BALAIKOTA, PLANET DEPOK.COM – Wali Kota Depok Mohammad Idris, hari ini menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) penegakan disiplin protokol kesehatan (protkes) dan penangan Covid-19 di daerah jelang Idulfitri 1442 Hijriah secara dalam jaringan (daring). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tito Karnavian.

“Tadi pak Mendagri memberikan arahan kepada kita terkait data-data yang ada untuk kewaspadaan pengetatan masalah protokol kesehatan,” ujarnya, Senin (3/5/21).

Dirinya menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor: 451/203-HUK tentang Penyelenggaraan Kegiatan Itikaf, Salat Idul Fitri, dan Perayaan Idul Fitri 1442 H/2021 M selama Masa Pandemi Covid-19, serta SE Wali Kota Nomor 451/171-Huk tentang Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H/2021 dalam masa pandemi Covid-19.

baca juga:  DJC Bagikan Bantuan Sembako dari Qonita

Sejumlah kebijakan yang dikeluarkan tersebut merupakan salah satu upaya menekan penyebaran Covid-19 di Kota Depok. Terutama saat ibadah Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah.

“Kita sudah keluarkan beberapa SE tentang masalah Idulfitri,” ungkapnya.

baca juga:  Pemkot Depok Musnahkan 10.108 Botol Miras

Sementara itu, Mendagri Muhammad Tito Karnavian dalam paparannya menyebutkan, bahwa penanganan pandemi Covid-19 perlu diikuti dengan kebijakan satu komando dari Presiden Joko Widodo.

Untuk itu, pemerintah daerah perlu menyesuaikan langkah berdasarkan kebijakan dari pemerintah pusat,

“Perlu keserentakan antara pusat dan daerah, ini perlu kita pahami semua,” ujarnya.

Sedangkan terkait kebijakan pelarangan mudik, kata Mendagri, hal itu dimaksudkan untuk mengurangi mobilitas masyarakat yang berpotensi pada penularan virus.

baca juga:  HTA dan Pengamat IPI Bicara Peran & Fungsi DPRD Dalam Demokrasi

Alih-alih merayakan hari raya bersama, Mendagri juga meminta masyarakat untuk menahan diri dan bersabar guna bersama-sama menjamin keselamatan diri sendiri dan keluarga dari penyebaran Covid-19.

“Repotnya nanti, kalau sudah mudik itu mobilitas tinggi, setelah itu terjadi, virus dibawa dari satu tempat ke tempat lain, menulari, apalagi biasanya ritualnya hari raya itu kan kita datang ke orang tua,” tandasnya. *cky

 29 total views,  1 views today

%d blogger menyukai ini: