Wamen ATR/BPN Sebut Polusi Depok Tertinggi, Wawalkot Depok Pertanyakan Parameternya

Wawalkot Depok Imam Budi Hartono

Wawalkot Depok Imam Budi Hartono
DEPOK, PLANETDEPOK.COM – Wakil Wali Kota (Wawalkot) Depok Imam Budi Hartono pertanyakan parameter dari pernyataan Wakil Menteri (Wamen) Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Surya TjandraTjandra, saat berada di Depok, Senin (1/11/2021) lalu, yang menyatakan tingkat polusi di Kota Depok tertinggi di Indonesia.

IBH mengaku heran, jika wilayah Depok memiliki tingkat polusi tertinggi di Indonesia.Ia pun mempertanyakan parameter Wamen ATR/BPN itu yang menyebut polusi Depok tertinggi di Indonesia.

“Tanyakan pada yang bersangkutan, parameternya apa, kita tidak tahu parameternya apa,” tukasnya kepada wartawan, Rabu (3/11/2021).

Peryataan polusi tertinggi di Indonesia itu, diakuinya tidak ada diskusi dan tiba-tiba dilontarkan saja.

“Belum ada diskusi sama sekali, sehingga tiba-tiba seperti ada hujan di siang bolong, standarnya apa?” sambungnya.

Baca Juga:  Pansel Umumkan 3 Kepala OPD Lolos Seleksi Akhir Dengan Nilai Terbaik

Lebih jauh IBH me jelaskan, wilayah Depok ini bukan daerah industri dan pemerintah kota sudah membangun taman-taman di setiap Kelurahan.

Dari segi kepadatan lalu lintas, kata Ketua DPD PKS Depok ini, justru lebih tinggi DKI Jakarta dibandingkan dengan Depok.

“Sudah banyak yang kita lakukan, sudah banyak progres, tiba-tiba ada pernyataan itu kita minta parameternya apa, buktinya apa. Jika melihat dari segi kepadatan lalu lintas lebih tinggi daerah DKI Jakarta dibandingkan Depok, lebih padat Kota Tanggerang dan Bekasi, jadi lebih padat mereka,” bantahnya.

Ia menegaskan, pernyataan Wamen ATR/BPN tidak mendasar dan pemerintah kota terus akan melakukan koordinasi dalam membenahi mengatasi mutu udara di Depok.

“Jadi standarnya tidak jelas apa, kita akan berkoordinasi dan hal ini bagi kita, pernyataan tersebut memang tidak berlandaskan, karena tidak jelas. Kedua adalah nggak apa-apa, kita akan benahi terus dalam baku mutu udara di Kota Depok,” utasnya.

Baca Juga:  Karnaval HUT Depok, Margonda Akan Ditutup Selama 6 Jam

Sementara itu, Kepala Program Studi Kajian Pengembangan Perkotaan, Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) UI, Dr Chotib Hasan mengatakan, dari parameter yang ada, Kota Depok kini belum termasuk dalam kota yang memiliki tingkat polusi udara terburuk. Malah kata dia masih dalam keadaan baik.

“Terkait dengan polusi yang tinggi, menurut saya Depok bukan kota yang polusi udaranya terbilang buruk. Beberapa data tentang parameter kandungan udara di Kota Depok terbilang sedang – baik,” ucap Chotib yang dilansir pada Rabu (3/11/ 2021).

Lebih lanjut dia memaparkan, polusi udara itu disebabkan oleh aktifitas manusia, terutama dari kepadatan lalu lintas, industri, dan konversi lahan dari pertanian ke non pertanian.

Baca Juga:  BKD Depok Berhasil Lampaui Target Perolehan PBB - P2 2020

Sedangkan kata dia, Depok tidak dikenal sebagai daerah industri, melainkan sebagai daerah permukiman, terutama mereka yang berasal dari Jakarta maupun daerah lain di Indonesia.

“Isu lingkungan yang utama di Kota Depok justru pada masalah konversi lahan atau perubahan pola penggunaan tanah ke penggunaan tanah perkotaan, terutama permukiman, untuk industri tidak terlau dominan,”pungkasnya. *iki

 53 kali dilihat

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: planetdepok.com@gmail.com Terima kasih.