Wawalkot Depok Paparkan Kesiapan Kota Depok Menjadi Smart City

Wawalkot Depok Imam Budi Hartono. ist

Wawalkot Depok Imam Budi Hartono. ist
DEPOK, PLANETDEPOK.COM – Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono memaparkan kesiapan Kota Depok menuju Smart City atau Kota Cerdas, dalam acara Sarasehan Virtual HIMA KPP Universitas Indonesia, Sabtu (6/11/2021).

Pada kesempatan itu, dia menjelaskan, Kota Depok merupakan salah satu dari 100 kota di Indonesia yang ditargetkan menjadi Smart City pada 2017 lalu oleh pemerintah pusat.

“Secara konsep, Smart City merupakan kota cerdas yang membantu masyarakat yang berada di dalamnya, dengan mengelola sumber daya yang ada secara efisien, serta memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat, dalam melakukan kegiatan dan mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya”, paparnya.

Baca Juga:  Perumda Tirta Kahuripan Upayakan Pelayanan Optimal

Sedangkan Smart City sendiri, sambungnya memiliki definisi sebuah konsep penataan kota yang terintegrasi dalam semua aspek, baik dari pemerintahan, penduduk, kesehatan, pendidikan, dan lainnya dengan menjadikan perkembangan teknologi sebagai salah satu perangkatnya.

Pemerintah Kota Depok, kata dia mulai mengaplikasikan enam komponen pendukung di dalamnya, guna mendorong terwujudnya Smart City, yakni smart economy, smart people, smart governance, smart government, smart mobility, smart environment, dan smart living.

“Kami juga sudah membuat masterplan yang di dalamnya berisi, visi smart city, strategi pembangunan smart city, quick win dan rencana tahunan, dan dukungan yang diperlukan dari segi kebijakan, kelembagaan, penta helix, dan infrastruktur dasar,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tirta Asasta Dinobatkan Sebagai PDAM Terbaik

Terdapat lima faktor kunci mewujudkan Smart City, urainya, diantaranya, daya dukung yaitu ketersediaan kapasitas infrastruktur dasar dan kompetensi untuk menopang kebutuhan dan pertumbuhan. Lalu, daya tarik adalah karakteristik kota yang menarik sehingga memotivasi minat masyarakat melakukan kegiatan yang membawa manfaat bagi kota.

Selanjutnya, tukasnya , daya cipta ialah inovasi yang berkelanjutan dalam pengembangan dan pengelolaan kota dari semua pemangku kepentingan. Kemudian, daya ubah adalah kemampuan melalukan perubahan yang dibutuhkan secara efektif dan tepat.

Terakhir, ujarnya, daya tahan yaitu mengatasi resistensi terhadap perubahan, konflik kepentingan, menjaga konsistensi kinerja yang sudah dicapai

Baca Juga:  Ketua Desk Pilkada PPP Tersinggung Istilah Kyai Kaleng-kaleng dari Lawan Politiknya

“Pemkot Depok sudah membuat beberapa konsep pekerjaan yakni Depok Single Window, Depok Single Message, dan Depok Single Map. Di mana masing-masing punya fungsi tahap menuju kesempurnaan agar konsep ini jadi hal penting dalam menuju Depok Smart City,” pungkasnya. *iki

 61 kali dilihat

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: planetdepok.com@gmail.com Terima kasih.