RJB, Planetdepok.com – Wakil Wali Kota (Wawalkot) Depok Chandra Rahmansyah menegaskan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan makanan, dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Penegasan tersebut disampaikannya saat meresmikan SPPG Rangkapan Jaya Baru (RJB) II, di Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Jumat (23/1/2026).
Chandra meminta seluruh pengelola SPPG memastikan makanan yang diberikan kepada anak-anak Kota Depok, memiliki kualitas tinggi dan kandungan gizi yang mencukupi, tidak sekadar memenuhi kewajiban distribusi.
“Saya minta tolong dipastikan, berikan makanan yang benar-benar berkualitas dan bergizi untuk anak-anak Kota Depok. Jangan asal-asalan. Kalau asal-asalan, pasti saya kritik,” tegasnya.
Ia mengungkapkan pada masa sebelumnya, sempat ditemukan makanan dengan nilai yang sangat rendah dan tidak sebanding dengan kebutuhan gizi anak.
Kondisi tersebut dinilai tidak boleh terulang, mengingat program MBG merupakan program prioritas pemerintah.
“Dulu pernah ada yang sempat viral, setelah dihitung nilainya hanya sekitar lima ribu rupiah per porsi. Ini tentu tidak sebanding. Jadi berikan makanan yang berkualitas dan gizinya mencukupi, agar anak-anak benar-benar mendapatkan manfaat dari program pemerintah,” tekannya.
Selain kualitas makanan, Chandra juga mengingatkan pentingnya keamanan pangan, terutama kebersihan dan kualitas air yang digunakan dalam seluruh proses dapur, mulai dari mencuci bahan makanan hingga peralatan makan. Ia menekankan agar SPPG di Kota Depok, tetap menjaga catatan nol kasus keracunan.
“Alhamdulillah, sampai hari ini belum ada catatan keracunan di Kota Depok. Tolong, ini benar-benar dijaga. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama terkait air,” katanya.
Ia mencontohkan kasus keracunan massal yang pernah terjadi di Kota Yogyakarta, salah satunya disebabkan cemaran air yang mengandung E. coli. Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi pembelajaran serius bagi seluruh pengelola dapur MBG.
“Di Jogja, kasus keracunan menurun drastis setelah sumber airnya diganti. Ternyata banyak cemaran, airnya mengandung E. coli. Bisa berasal dari air untuk mencuci piring, bahan makanan, dan lainnya. Ini harus menjadi perhatian serius,” jelasnya.
Terakhir, Chandra menyampaikan apresiasi kepada para relawan SPPG yang berasal dari masyarakat sekitar.
Ia menilai keterlibatan warga lokal secara profesional, akan berdampak positif bagi keberhasilan program sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia Kota Depok.
Chandra melihat, relawannya berasal dari masyarakat sekitar. Ia berucap Terima kasih kepada rekan-rekan relawan SPPG, yang siap bekerja sama menyukseskan program ini.
“Saat masyarakat bekerja secara profesional, kualitas warga Kota Depok akan diakui, tidak hanya di Depok, tetapi juga di luar daerah. Ke depan, orang Depok akan lebih mudah diterima saat mencari kerja,” pungkasnya. (iki)





