Antisipasi Banjir, UPT dan Petugas Pasar Kemiri Muka Keruk Selokan Air Penuh Lumpur

PLANETDEPOK.COM – BEJI
UPT Pasar Kemiri Muka Kecamatan Beji Kota dengan Petugas kebersihan dan Tibsar tengah mengeruk lumpur di selokan air pada Selasa (08/02/2022). Endapan lumpur yang berada di sejumlah selokan yang mengaliri dikeruk.

Sebab, datangnya musim hujan dapat membuat selokan air meluap hingga rentan menyebabkan banjir.

Kepala UPT Pasar Kemiri Muka Wahyu Sahadat, pihaknya tengah membenahi selokan air yang penuh dengan lumpur.

“Mengantisipasi banjir, terutama kita membersihkan saluran-saluran air yang tidak mengalir. Kita adakan pengerukan lumpur,” ungkap Wahyu kepada media ini di lokasi Pasar Kemiri Muka.


Pria yang akrab disapa Bang Boy ini mengatakan, ketika hujan, air tidak bisa mengalir karena saluran air penuh sampah.

“Tempo hari, pertama hujan (banjir) sampai (tinggi) 5 sampai 7 sentimeter. Surutnya ya enggak lama, satu jam berhentinya hujan (banjir) sudah surut,” katanya.

Baca Juga:  Kafilah Kota Depok Targetkan Naik Peringkat Ketujuh pada MTQ Ke-37 Tingkat Provinsi Jawa Barat

Menurut Boy, pembersihan got merupakan satu-satunya solusi supaya banjir tidak lagi merendam Pasar, selain membersihkan sampah pasar.

Sejumlah Petugas yang di pimpin Kepala TU UTP Pasar Kemiri Muka Budi Setiyanto, SE, tengah mengeruk lumpur di selokan air, kali ini di lakukan di blok E, samping Kantor UPT.

“Kita bersihkan sampah yang menyumbat di selokan dan tali-tali air, ini selain sampah banyak juga lumpur yang mengendap sehingga menghambat, karena banjir terus,” ujar Budi, ketika di lokasi pembersihan got.

Got atau saluran air ungkap Budi, sering mampet disebut kerap menyebabkan banjir di wilayah Pasar, pihaknya secara bertahap akan membersihkan Got-got saluran air, di seluruh wilayah Pasar Kemiri Muka.


Menurut dia, ada lumpur setebal 50 sentimeter yang membuat air sulit mengalir ke dalam saluran air.
Baca Juga:  DPUPR Terjunkan Satu Tim Satgas Banjir Bersihkan Kali Pesangrahan

“Biar saluran berfungsi. Sekarang Alhamdulillah saluran sudah berfungsi dan air mengalir, saluran sekarang sudah kita normalkan lagi,” tandas dia.

“Kalau kerja bakti doang susah, karena lumpurnya ada 50 sentimeter. Kalau kerja bakti kan yang diambilin hanya sampah-sampahnya, lumpurnya enggak,” ujar dia.

Ia menambahkan, saluran air yang tertutup sampah atau kayu juga membuat sampah-sampah sulit diangkat.


Berdasarkan pantauan, got-got di pemukiman itu terlihat dipenuhi sampah. Air pun tampak menggenang dan tak bisa mengalir.

Menurutnya, Komandan Tibsar Irpansyah, yang turut aksi membersihkan lumpur ini mengatakan, hampir Sepuluh sampai lima belas tahun belum pernah diangkat ini lumpur.
“Selama ini kami hanya ikut bebersih sampahnya saja, namun kali ini Kepala UPT dan Kepala TU UPT punya program angkat lumpur di got saluran air,” ucap Irpansyah.

Baca Juga:  Zakat Fitrah Biar Seragam, MUI Kelurahan Cipayung Menggelar Sosialisasi Pengelola Zakat Bagi DKM Masjid Dan Musholla

Sementara itu, warga pedagang Pasar Kemiri Muka menyebut, banjir akibat saluran air sudah tidak berfungsi, mudah-mudahan banjir tidak terjadi lagi,” tuturnya. (Adi).

 180 kali dilihat

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: planetdepok.com@gmail.com Terima kasih.