ASN & TP PKK Bojongsari Kolaborasi Dengan Ipemi Cegah Tengkes

ASN & TP PKK Bojongsari Kolaborasi Dengan Ipemi Cegah Tengkes
Sekcam Bojongsari memberikan makanan bergizi pada anak Balita penderita Tengkes (foto: byo)

Bojongsari, Planetdepok.com – ASN dan TP PKK se-Kecamatan Bojongsari, berkolaborasi dengan Ikatan Muslimah Indonesia (Ipemi), mencegah naiknya angka Tengkes (Stunting-red).

Langkah yang mereka lakukan, dengan memberikan paket beras, telur dan susu kepada 112 anak Bawah Lima Tahun (Balita) se-Kecamatan Bojongsari.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bojongsari Suhendar mengatakan, jumlah anak Balita berdasarkan hasil bulan penimbangan se Kec Bojongsari, sebanyak 7.755 balita.

Dari jumlah itu, urainya, terdapat jumlah anak Balita Tengkes sebanyak 429 anak Balita.

Namun yang Kecamatan Bojongsari intervensi dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal berupa beras, telur dan susu, terangnya, hanya mampu sebanyak 112 anak Balita.

Baca Juga:  Berhasil Bangun 42 Unit di Wilayah I, DPUPR Depok Akan Lanjutkan Pembuatan SR

“Jadi, yang kami berikan bahan makanan bergizi, sebanyak 112 anak Balita selama tiga bulan setiap hari Rabu,” kata Suhendar, usai menyerahkan bahan makanan bergizi secara simbolis, di Kecamatan Bojongsari, Rabu (10/7/2024).

Mengenai pembelian bahan makanan tersebut, ia mengemukakan, anggaran pembelian beras dan telur untuk 1 Minggu 60.000x 12 Minggu total Rp 80.640.000, sedangkan susu diserahkan ke Kelurahan masing-masing.

“Jadi kami berkolaborasi dari ASN dan Non ASN, Ipemi PC Bojongsari Ibu Hidayah Rima bersama komunitas UMKM dan TP PKK Kecamatan Bojongsari, memberikan bahan pangan tersebut untuk menurunkan angka stunting di Kecamatan Bojongsari,” urainya.

Baca Juga:  Cegah Stunting Naik, Sawangan Baru Konvergensi Fasilitasi TPPS

Dari 122 anak Balita yang pihaknya intervensi dengan memberikan bahan makanan bergizi, nantinya akan pihaknya cek kesehatan, melalui Posyandu untuk mengetahui tinggi badan dan berat badan.

Ia mengharapkan, anak Balita tersebut setelah mendapat PMT, bisa tumbuh sehat.

“Sehingga, stunting di Kecamatan Bojongsari bisa menurun, bahkan hingga nol stunting,” pungkasnya.

Dalam KBBI daring, kata “tengkes” bermakna kerdil (tidak dapat tumbuh menjadi besar); kecil (jika dibandingkan dengan pasangannya dan sebagainya).

Sementara kata “stunting” tidak ditemukan dalam daftar KBBI, lantaran kata tersebut masuk ke dalam istilah asing.

Baca Juga:  Cegah Stunting Naik, Sawangan Baru Konvergensi Fasilitasi TPPS

Mengingat “tengkes” masuk ke dalam daftar KBBI, maka “stunting” menjadi istilah asing yang apabila digunakan menulis, apa pun jenis tulisannya, maka harus dicetak miring atau diberi tanda kutip.

Jadi, pilihannya cuma dua, tengkes versi Indonesia, atau stunting versi asing. *ik

Loading

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: planetdepok.com@gmail.com Terima kasih.