
Pekalongan, Planetdepok.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok Siti Barkah Hasanah atau yang akrab disapa Cing Ikah, menyerap banyak pelajaran penting saat melakukan kunjungan studi banding ke Dekranasda Kota Pekalongan, Kamis (8/1/2026).
Kunjungan yang berlangsung di Museum Batik Pekalongan itu, difokuskan pada upaya pelestarian batik, sekaligus pengembangan industri kreatif berbasis kearifan lokal, yang selama ini konsisten dijalankan Pemerintah Kota Pekalongan.
Cing Ikah menilai Kota Pekalongan layak dijadikan rujukan nasional dalam menjaga batik sebagai warisan budaya, di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi.
“Alhamdulillah, kami mendapat banyak ilmu dan spirit baru. Kota Pekalongan membuktikan, bahwa tradisi bisa tetap hidup dan berkembang jika dijaga dengan komitmen kuat,” ujarnya, dilansir dari situs resmi Pemkot Pekalongan, Jumat (9/1/2026).
Menurutnya, pelestarian batik di Pekalongan tidak sekadar bersifat simbolik, tetapi dijalankan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.
Cing Ikah secara khusus menyoroti peran aktif pemerintah daerah dan Dekranasda Kota Pekalongan, dalam menggerakkan warga agar mau terjun langsung ke industri batik, seperti yang terlihat di Kampung Batik Kauman dan Kampung Batik Pesindon.
“Mengajak masyarakat mencintai dan menekuni batik itu, tidak mudah. Di sini kami melihat pemerintah hadir dan konsisten, mendampingi masyarakat. Ini menjadi contoh konkret bagi kami di Depok,” ulasnya.
Tak hanya batik, Cing Ikah juga mencatat perkembangan industri kreatif Pekalongan yang telah merambah ke berbagai produk kriya lain, seperti rajut, tenun, dan kerajinan tangan berbasis lokal lainnya.
“Batik memang menjadi identitas utama, tetapi kreativitas di Pekalongan tidak berhenti di situ. Kriya berkembang pesat, dan ini memperkuat predikat Pekalongan sebagai kota kreatif,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Pekalongan Inggit Soraya menyambut baik kunjungan Dekranasda Kota Depok dan berharap, pertemuan ini menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan.
Ia menegaskan, belajar batik di Pekalongan tidak bisa dilakukan secara singkat, karena proses dan nilai budayanya sangat panjang.
“Kalau kita bicara batik, satu hari jelas tidak cukup. Batik ini adalah proses, filosofi, dan identitas,” ujar Inggit.
Kunjungan ini diharapkan membuka ruang pertukaran gagasan, serta kerja sama konkret antara Dekranasda Kota Depok dan Kota Pekalongan, dalam memperkuat industri kerajinan dan ekonomi kreatif daerah. (iki)





