Belum Zona Hijau, Pemkot Depok Tetap Ijinkan Warga Tarawih di Masjid

Walikota Depok Mohammad Idris
BALAIKOTA, planetdepok.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok resmi mengizinkan pelaksanaan ibadah salat tarawih berjemaah di musala dan masjid, dengan sejumlah ketentuan.

Keputusan tersebut tertuang dalam surat edaran (SE) Wali Kota Depok Nomor 451/171-Huk (7/04/2021) tentang penyelenggaraan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1443 Hijriah dalam masa pandemi Covid-19.

“Sholat tarawih dapat dilakukan di masjid dan musala, dengan ketentuan jumlah jamaah 50 persen dari kapasitas tempat ibadah,” tulis Wali Kota Depok Mohammad Idris dalam SE tersebut, Kamis (08/04/21).

baca juga:  DPAPMK Depok Minta Media Sajikan Berita Ramah Anak

Ketentuan lain, jemaah salat tarawih merupakan warga setempat yang sudah dapat diidentifikasi status kesehatannya (bukan masih dalam status positif aktif Covid-19).

Ceramah salat tarawih maksimal hanya selama 10 menit. Bacaan dalam salat tarawih menggunakan surat-surat pendek. Jarak antar jamaah diatur minimal 1 meter dan setiap jamaah wajib menggunakan masker dan membawa perlengkapan ibadah sendiri.

baca juga:  Sekda Ajak Sekber Wartawan Ikut Isi Pembangunan Kota Depok

“Selain itu, untuk pihak penyelenggara salat tarawih, menyediakan sarana tempat cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer. Serta melakukan pengecekan suhu tubuh jamaah,” kata Idris dalam SE-nya.

“Selain itu, tidak melakukan kegiatan bersalaman setelah salat,” jelasnya.

baca juga:  Smart Planning Jadi Renja Utama BP4D Tahun 2021

Kemudian, kegiatan ibadah di masjid dan musala dilaksanakan maksimal sampai dengan pukul 21.00 WIB. Melaksanakan disinfektan tempat ibadah secara periodik (minimal 3 hari sekali).

“Bagi yang sedang flu, batuk khususnya warga lanjut usia (lansia) yang kurang sehat, sebaiknya salat di rumah saja, tutupnya.*cky

 35 total views,  1 views today

%d blogger menyukai ini: