Tidak Benar Depok Kota Intoleran, Idris – Imam Siap Fasilitasi Kegiatan Keagamaan

 155 total views,  2 views today

Mohammad Idris (Virtual) & Imam Budi Hartono dalam debat publik ketiga Pilkada Depok, Jumat (4/12)
JAKARTA, planetdepok.com – Debat publik putaran ketiga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok, yang disiarkan langsung oleh TVone, Jumat (4/12), berlangsung cukup panas. Diawal sesi debat, calon Walikota Depok nomor urut dua, Mohammad Idris, membantah pernyataan panelis mengenai masalah toleransi dan kebhinekaan di Kota Depok.

“Tidak benar, kami minta data yang kongkret. Karena Indeks sosial saya akui. Pada tahun 2019 cukup baik, kerukunan agama jangan sampai indeks ini diabaikan,” jawab Idris saat menghadiri acara debat publik ketiga secara virtual, Jumat (04/12/20).

baca juga:  Bukan Pileg, Relawan Sahid Optimis Idris - Imam Mendulang 70% Suara Cipayung Jaya

Idris kembali menegaskan, tidak benar kalau di Kota Depok ini bukan warga yang toleransi, tidak benar sama sekali. Indeks konflik sosial dalam kategori baik, pada tahun 2019 indeksnya 1,78, indeks kerukunan umat beragama dalam kategori baik, di tahun 2018 indeksnya sebesar 3,084.

Dirinya mengatakan, salah satu misi dari Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2 ialah , mewujudkan sumber daya manusia yang religius berbudaya berbasiskan kebhinekaan dan ketahanan keluarga.

baca juga:  4 Komisi DPRD Depok Sampaikan Pokir Tahun Anggaran 2022

Calon petahana Walikota Depok itu menuturkan, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan untuk mewujudkan toleransi dan kebhinekaan di Kota Depok.

“Kami sudah melakukan kegiatan-kegiatan tentang masalah toleransi dan kebhinekaan agar terwujud di Kota Depok, yaitu dengan pembinaan Forum Pembauran Bangsa, Jambore Kebangsaan, Kemah Muda Lintas Agama, serta meningkatkan status kelembagaan organisasi,” jelasnya.

Idris menambahkan, ke depan pihaknya tetap mengajukan Perda Kota Religius (PKR). Perda ini dihadirkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan menjamin keamanan umat beragama, dalam menjalankan aktivitas keagamaan warga Kota Depok, dengan tetap menghargai dan menjunjung tinggi perbedaan.

baca juga:  Perjuangkan Perempuan, Idris - Imam Terapkan Kampanye Cerdas

“Tidak benar bila PKR ini mengkotak-kotakan, sama sekali tidak benar, ke depan bersama Idris-Imam kegiatan keagamaan dalam sebuah agama, baik berbentuk lembaga keagamaan atau masyarakat akan kami fasilitasi dalam bentuk hibah yang akan kami tingkatkan,” tandasnya.*cky

%d blogger menyukai ini: