Tidak Benar Depok Kota Intoleran, Idris – Imam Siap Fasilitasi Kegiatan Keagamaan

Mohammad Idris (Virtual) & Imam Budi Hartono dalam debat publik ketiga Pilkada Depok, Jumat (4/12)

Mohammad Idris (Virtual) & Imam Budi Hartono dalam debat publik ketiga Pilkada Depok, Jumat (4/12)
JAKARTA, planetdepok.com – Debat publik putaran ketiga Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok, yang disiarkan langsung oleh TVone, Jumat (4/12), berlangsung cukup panas. Diawal sesi debat, calon Walikota Depok nomor urut dua, Mohammad Idris, membantah pernyataan panelis mengenai masalah toleransi dan kebhinekaan di Kota Depok.

“Tidak benar, kami minta data yang kongkret. Karena Indeks sosial saya akui. Pada tahun 2019 cukup baik, kerukunan agama jangan sampai indeks ini diabaikan,” jawab Idris saat menghadiri acara debat publik ketiga secara virtual, Jumat (04/12/20).

Idris kembali menegaskan, tidak benar kalau di Kota Depok ini bukan warga yang toleransi, tidak benar sama sekali. Indeks konflik sosial dalam kategori baik, pada tahun 2019 indeksnya 1,78, indeks kerukunan umat beragama dalam kategori baik, di tahun 2018 indeksnya sebesar 3,084.

Baca Juga:  10 Raperda Lolos Masuk Propemperda Kota Depok Tahun 2020

Dirinya mengatakan, salah satu misi dari Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2 ialah , mewujudkan sumber daya manusia yang religius berbudaya berbasiskan kebhinekaan dan ketahanan keluarga.

Calon petahana Walikota Depok itu menuturkan, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan untuk mewujudkan toleransi dan kebhinekaan di Kota Depok.

Baca Juga:  Walikota Depok Sebut Perubahan APBD 2021 Untuk Penuhi Kebutuhan Pembangunan

“Kami sudah melakukan kegiatan-kegiatan tentang masalah toleransi dan kebhinekaan agar terwujud di Kota Depok, yaitu dengan pembinaan Forum Pembauran Bangsa, Jambore Kebangsaan, Kemah Muda Lintas Agama, serta meningkatkan status kelembagaan organisasi,” jelasnya.

Idris menambahkan, ke depan pihaknya tetap mengajukan Perda Kota Religius (PKR). Perda ini dihadirkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan menjamin keamanan umat beragama, dalam menjalankan aktivitas keagamaan warga Kota Depok, dengan tetap menghargai dan menjunjung tinggi perbedaan.

“Tidak benar bila PKR ini mengkotak-kotakan, sama sekali tidak benar, ke depan bersama Idris-Imam kegiatan keagamaan dalam sebuah agama, baik berbentuk lembaga keagamaan atau masyarakat akan kami fasilitasi dalam bentuk hibah yang akan kami tingkatkan,” tandasnya.*cky

 190 kali dilihat

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Silakan mengirimkan sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: planetdepok.com@gmail.com Terima kasih.

Baca Juga:  Hembusan Lembaga Survey, Paslon Nomor Urut 2 Akan Raih Suara Terbanyak