Edi Sitorus: Mohammad Idris Sosok Pemimpin Nasionalis

DEPOK, planetdepok.com – Keberadaan kaum minoritas di Kota Depok, tetap mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, meskipun Idris – Imam memimpin Kota Depok. Demikian diungkapkan Ketua Partai Demokrat Edi Sitorus, ST, belum lama ini di kawasan Cisalak Pasar.

” Itu isu poltik yang sengaja di sebarkan, kenyataannya justru sebaliknya. Dari sekian lama kepemimpinan Idris, baik saat menjadi Wakil Wali Kota maupun Walikota, periode lalu”, ujarnya.

Edi menyebut,Mohammad Idris merupakan sosok pemimpin Nasionalis, pasalnya masyarakat bisa menilai sikapnya yang Nasionalis dan sangat menghargai agama lain, atau yang mereka istilahkan minoritas.

“Perijinan pembangunan gereja dan tempat ibadah lainnya tidak pernah dipersulit, belum lagi beliau sebagai pimpinan daerah bersedia datang untuk kegiatan agama lain , seperti undangan pembukaan jemaat PGIS, waktu lalu. Begitu pula Imam Budi Hartono, beberapa kali diundang kegiatan agama lain, menghadiri kegiatan itu” , kilahnya.

Edi meyakini, Mohammad Idris sosok yang layak untuk didukung, maju kedua kalinya menjadi Walikota Depok, pasalnya mampu menyatukan semua golongan dalam suasana damai. Hal itu dibuktikan dengan dibuatnya Perda Penyelenggaraan Kota Religius.

” Meski Idris dan Imam dari golongan agama mayoritas, Mereka mampu bersikap tak berpihak pada satu golongan agama saja. Saya justru akan mengajak pendeta ataupun pimpinan gereja lainnya untuk ikut serta dalam membangun Depok bersama Idris,” ujarnya.

(Kiri-kanan) Edi Sitorus, Mohammad Idris, Imam Budi Hartono dan Endah Winarti

Menurut anggota DPRD Depok 3 periode ini, dukungan agar Idris sekali lagi memimpin, lantaran ingin pembangunan Depok berkesinambungan. Hal itu terkait RPJPP Kota Depok yang sampai tahun 2025.

” Di tangan Idris, rancangan pembangunan tinggal dilanjutkan dan ditingkatkan sesuai dengan misinya membuat Depok Maju Berbudaya dan Sejahtera”,tandasnya.

Berbudaya, tambahnya, bukan hanya terkait seni, tapi juga etika dan perilaku warganya yang santun menghadapi setiap perbedaan dan kebebasan beragama, dalam mendukung pembangunan.

“Karena pembangunan itu bukan tanggungjawab satuorang, tapi bersama ,” pungkasnya. *cky

Mohammad Idris (tengah) saat menghadiri kegiatan PGIS Kota Depok

 72 total views,  1 views today

%d blogger menyukai ini: